Save Ruma Batak

Save Ruma Batak

Warisan Yang (akan) Hilang

obatak.id-Betapa miris hati melihat Rumah-Rumah Batak yang sangat dibanggakan ini, satu persatu mulai hilang. Warisan itu akan tinggal kenangan tanpa ada wujudnya lagi, warisan itu hanya akan menjadi sebuah cerita dimasa yang akan datang yang hanya akan bisa dilihat melalui sebuah foto. 









Lihatlah betapa tidak terawatnya warisan itu, seolah warisan itu tidak ada artinya karena masih banyak warisan-warisan yang seperti itu. Bisa jadi itu cara berpikirnya tetapi bisa juga karena ketidakmampuan secara ekonomi untuk merawat warisan tersebut. Sudah saatnya lah kita genarasi muda yang sekarang patut memikirkannya.



Tak ada niat dan upaya Pemerintah Daerah dalam melestarikan warisan leluhur yang semakin punah dan langka, tidak ada langkah nyata pemerintah untuk memperbaiki rumah batak atau membuat program bedah rumah batak minimal 5 rumah setiap tahun. Kiranya ini dapat menjadi perhatian Pemerintah Daerah yang mana hal ini akan menjadi objek yang paling diminati wisatawan sepuluh tahun mendatang.  Horas

Read More
Kopi Lintong ( Kopi Kelas Dunia )

Kopi Lintong ( Kopi Kelas Dunia )

Sejarah Kopi Lintong
Pada tahun 1696, Belanda membawa kopi ke Batavia, pelabuhan ini menjadi penyalur utama kopi ke wilayah Eropa. Lebih dari 316 tahun, kopi dengan nama “Java” dan “Sumatra” menjadi merk dagang yang sangat terkenal karena rasa dan aroma yang sangat khas dan disukai oleh para penikmat kopi di seluruh dunia, terutama di Eropa.
Tahun 1700 Belanda mulai menanam kopi secara besar-besaran di perkebunan-perkebunan yang tersebar di Pulau Sumatera, Bali, Sulawesi dan juga Pulau Timor.



Di pegunungan bukit barisan dekat Danau Toba, Kopi Arabika ditanam pertama kali pada tahun 1888. Lokasi penanaman kopi terbesar di Sumatera Utara pada masa itu adalah di Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Sekitar tahun 1988 ditemukan varietas lokal unggul dari Kecamatan Paranginan yaitu varietas kopi yang sering disebut dengan Sigarar Utang (Arabika). Sigarar Utang ini merupakan bahasa batak yang artinya pembayar hutang. Varietas Sigarar Utang pun menjadi varietas yang diakui secara nasional melalui Surat Keputusan Mentan No: 205/Kpts/SR.120/4/2005. Varietas Sigarar Utang ini diperkirakan sebagai hasil dari perkawinan silang alam antara varietas Typica (Lasuna) dengan Catimor.
Sebaran daerah penanaman Kopi Lintong Arabika yang menghasilkan kualitas terbaik di Kabupaten Humbang Hasundutan adalah di Kecamatan Lintong Nihuta (1400 – 1450 mdpl), Kecamatan Dolok Sanggul (1450 – 1600 mdpl), Paranginan (1400 mdpl), Pollung (1000 – 1400 mdpl) dan Onan Ganjang (1000 – 1400 mdpl).
Kabupaten Humbang Hasundutan adalah salah satu Kabupaten di Propinsi Sumatera Utara. Sebelum pemekaran wilayah pada 28 Juli 2003, wilayah ini masuk dalam Kabupaten Tapanuli Utara.
Kabupaten Humbang Hasundutan mempunyai luas wilayah 2.335,33 km² dan beribukotakan Dolok Sanggul. Kondisi fisik Kabupaten ini berada pada ketinggian 330-2.075 mdpl dengan suhu rata-rata (17°C – 25°C) dan tipe tanah yang sangat cocok untuk pertumbuhan Kopi Arabika.
Nama Kopi Lintong/Sumatra Lintong Coffee Arabica diambil dari nama kecamatan Lintong Nihuta. Kopi Lintong bukan nama varietas kopi tetapi merupakan merek dagang di perdagangan internasional untuk kopi yang berasal dari Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Varietas kopi Sigarar Utang menjadi varietas yang sangat banyak di tanam di Kabupaten Humbang Hasundutan, khususnya pada perkebunan baru karena cepat menghasilkan (1-2 tahun) dan dapat berproduksi terus menerus dalam setahun. Sekarang, varietas Sigarar Utang ini ditanam luas sampai ke beberapa Kabupaten lainnya disekitar Humbang Hasundutan, khususnya sekitar Danau Toba seperti, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Dairi dan juga Kapubaten Karo.
Kopi Lintong Arabika dari Humbang Hasundutan sudah sangat terkenal di pasaran International dengan berbagai nama dagang seperti Sumatra Lintong Coffee Arabika, Sumatra Lintong Mandheling, Blue Batak, dll.
sumber : http://lintongcoffee.com/
Read More
Ihan Batak yang hampir Punah

Ihan Batak yang hampir Punah

Jenis yang mana sebenarnya yang disebut Ikan Batak itu? Kalau ditanyakan pertanyaan ini kepada orang Batak mungkin saja jawabannya berbeda-beda karena orang Batak sendiri sudah banyak yang tidak tau dan bahkan tidak perduli dengan yang disebut Ikan Batak.


Kekurangtahuan itu ternyata mengakibatkan penamaan Ikan Batak secara umum di dunia ikan di Indonesia berbeda dengan Ikan Batak yang dimaksud oleh orang Batak kebanyakan. Dari kalangan yang banyak berkecimpung dibidang perikanan terutama ikan air tawar baik dari instansi pemerintahan maupun perorangan dalam bentuk upaya pembibitan dan pembesaran mengenal Ikan Batak adalah dari genus ‘Tor’.
Inilah ihan batak yang hampir punah jenis Neolissochilus Thienemanni
Ikan Batak yang dikenal secara umum di dunia perikanan dari genus Tor, memang tampilannya mirip dengan ‘ihan’ genus Neolissochilus, dan memang berasal dari keturunan yang sama yaitu Family Cyprinidae. Secara morfology memang sulit untuk membedakan antara genus Tor dan genus Neolissochilus, bahkan boleh dikata ada kemiripan bentuk dengan jenis ikan mas kecuali ukuran sisik yang lebih besar daripada ikan mas (Cyprinus Carpio) yang memang dari keluarga yang sama yaitu family Cyprinidae. Kemiripan inilah yang membuat orang-orang lantas menamakan Ikan Jurung sebagai Ikan Batak, padahal Ikan Batak Asli yang disebut Ihan adalah dari genus Neolissochilus spesies Neolissochilus thienemanniyang sudah menuju kepunahan yang memang ikan endemik di Tanah Batak dan sudah terancam punah dan masuk dalam Red List Status di IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dengan kode Ref.57073 sejak tahun 1996.

Kalau yang dimaksud adalah dari jenis genus Tor maka jenis ikan ini masih banyak dijumpai di berbagai habitat aslinya di Indonesia seperti di Tanah Batak (Sumatra Utara), Sumatra Barat, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dan mungkin masih banyak ditemukan di daerah lainnya. Jadi pada dasarnya jenis ikan ini belum menjadi ikan yang terancam punah.


Dekke jurung-jurung
Ikan Batak yang dimaksud (genus Tor) bagi orang Batak sendiri dikenal dengan nama dekke Jurung-jurung atau Ikan Jurung. Secara umum Ikan Jurung ini disebut sebagai Ikan Batak karena di Tanah Batak lebih lazim digunakan dalam suatu prosesi adat sebagai simbol kesuburan dengan harapan kepada keluarga yang diberikan penganan dari Ikan Jurung-jurung ini akan berketurunan banyak, baik laki-laki dan perempuan dan mendapat rejeki sebagaimana perilaku Ikan Jurung-jurung tersebut yang sifat hidupnya membaur beriring-iringan.

Ikan Batak yang secara umum di Indonesia memiliki nama-nama lain di setiap daerah seperti: Ikan Jurung (Sumatra Utara), Ikan Kerling (Aceh), Iken Pedih (Gayo), Ikan Gariang (Padang), Ikan Semah (Palembang), Ikan dewa (Jawa Barat), Ikan Kancra bodas, Kencara (Kuningan Jawa Barat), Ikan Tambra, Tombro (Jawa), Ikan Kelah, Ikan Sultan (Malaysia), Ikan Mahseer (Internasional), dan mungkin masih banyak nama lainnya
sumber : http://www.fishwisepro.com, doloktolongsite
Read More
Turnamen sepak bola Bona Pasogit  PSBI Cup V 2017

Turnamen sepak bola Bona Pasogit PSBI Cup V 2017

Telah dibuka Turnamen sepak bola Bona Pasogit  PSBI Cup V 2017, ayo segera daftarkan Tim kamu, peserta terbatas.

Syarat-syarat pendaftaran :
  1. Setiap klub harus memiliki pengurus / official dan jumlah pemain minimal 18 org.
  2. Para pemain adalah yg bermarga Batak sesuai KTP , jika tdk tercantum marga harus di sertakan akte lahir atau ijazah.
  3. Setiap klub di berikan kostum 1 set/18 stel secara gratis.
  4. Data-data/ daftar pemain harus di lengkapi pasfoto 3x4 berwarna dan foto copy KTP rangkap dua, termasuk profil klub/pengurus dan official ditempelkan di dalam album.
  5. Setiap klub wajib memiliki dua set kostum.
Read More
 Perahu Milik Raja Simatupang Diangkat 333 Orang

Perahu Milik Raja Simatupang Diangkat 333 Orang

MedanBisnis - Sarulla. Dua Solu Bolon (Perahu Besar) milik pomparan Raja Simatupang, pengerjaannya hampir satu tahun. Rencananya, proses pemindahannya dilakukan sepanjang 100 kilometer dan diangkat 333 orang, dari Dusun Tordolok Nauli Sarulla, Kecamatan Pahae Jae ke Danau Toba di Kecamatan Muara, Tapanuli Utara. 

Jusman Sianturi salah seorang Pomparan Raja Simatupang kepada MedanBisnis, mengatakan, dua unit Solu Bolon tersebut, diangkat dari lokasi pembuatannya dari hutan, dengan kondisi jalan yang sangat curam dan terjal ke Dusun Tordolok Nauli, melibatkan 333 Pomparan Raja Simatupang.
Read More
FILM TOBA DREAMS MENUAI SUKSES DAN BANJIR PUJIAN

FILM TOBA DREAMS MENUAI SUKSES DAN BANJIR PUJIAN

TOBA DREAMSFilm ini berlatar belakang tentang kisah cinta yang terlalu mencintai.Cinta yang kadang tersesat dalam menemukan kebenaran. Seperti sersan Tebe yang mendidik anak-anaknya layaknya pasukan tempur karena cintanya yang luar biasa kepada mereka. 

Maka ketika Ronggur, anak sulungnya menjadi pemberontak dalam keluarga, terjadilah konflik mendalam antara ayah dan anak. Ronggur yang sesungguhnya mewarisi tabiat keras ayahnya menemukan cinta dalam diri Andini, seorang wanita ningrat yg berbeda agama.
Read More
North Sumatra’s Mount  Toba may erupt again, at  any time

North Sumatra’s Mount Toba may erupt again, at any time


Geologists and geophysicists say that Mount Toba, which erupted thousands of years ago, turning into Lake Toba, still contains a dangerous magma chamber and its activity needs further study.

Indonesia Geological Experts Association president Rovicky Dwi Putrohari said the magma chamber could be observed in a study conducted by researchers recently. Rovicky added that researchers used the tomography method to detect the magma chamber.


Read More
UAP PANAS MENYENGAT DI DESA SITOLUAMA KAB. TOBASA

UAP PANAS MENYENGAT DI DESA SITOLUAMA KAB. TOBASA

UAP PANAS MENYENGAT DI DESA SITOLUAMA KAB. TOBASA


Sitoluama, 2 Juni 2015


Kejadian munculnya uap panas dan bau menyengat ini terjadi tepatnya di Desa Sitoluama Kec. Laguboti Kabupaten Tobasa kira-kira selama 3 hari sebelum dilaporkannya kejadian ini kepada Pemda Tobasa pada tanggal 30 Mei 2015 lalu dirumah salah satu penduduk bernama Furasa bermarga Silalahi yang berada persis dipinggir jalan lintas sumatera.




Munculnya uap panas dari tanah disamping rumahnya membuatnya semakin penasaran dan mencoba mencoba menggalinya dengan cangkul. Kira-kira 30cm dalamnya digali, uap panas semakin terasa dan menyengat hingga membuat pemilik menjadi semakin khawatir. Khawatir bau uap panas yang menyengat ini berbahaya untuk kesehatan akhirnya sang pemilik rumah melaporkan kejadian ini kepada Instansi Dinas Lingkungan Hidup Kab. Tobasa. Sontak kejadian ini mengundang banyak perhatian orang banyak yang datang berbondong-bondong dari berbagai tempat dan tak luput juga para media cetak maupun online untuk melihat kejadian ini secara langsung.



Beberapa bisik-bisik terdengar diantara pengunjung, bahwa bau yang mereka cium ini seperti bau belereng yang diair panas sipoholon. Seorang pengunjung yang melihat langsung ke lokasi mengatakan bahwa air dari dalam galian tanah tersebut terasa panas seperti air dari thermos dan kita tidak kuat untuk menggenggamnya didalam telapak tangan.



Kejadian ini menjadi tanda tanya bagi penduduk sekitar terutama bagi pemilik rumah apakah ini sebagai tanda-tanda akan munculnya gunung berapi atau akan menjadi kejadian seperti lumpur lapindo. Hingga saat ini, fenomena munculnya uap panas didesa Sitoluama kec laguboti ini belum bisa disimpulkan karena masih dilakukan penelitian.

obatak.id
Read More